Cara Menjadi Si Biang Lucu di Kelas

Cara Menjadi Si Biang Lucu di Kelas.Melucu di kelas dapat menurunkan ketegangan, memperbaiki mood, dan membuat Anda dikagumi oleh teman-teman sekelas. Apalagi, tertawa sebenarnya menular![1] Melucu dapat meningkatkan popularitas dan mendongkrak status Anda di dalam pergaulan, namun Anda membutuhkan sedikit usaha dan latihan untuk dapat menemukan selera humor yang pas. yang telah kita rangkum dalam edno23

yang disupport oleh IDN Poker77 Apk

Berbagai Gaya Humor

Gambar berjudul Be Funny in Class Step 1

 

Gaya humor “sadar nggak, sih?”

(“affiliative”). Gaya humor ini menggunakan kesamaan yang ada untuk membangun keterkaitan dengan penikmatnya dalam lelucon yang dilontarkan. Dengan memanfaatkan peristiwa sehari-hari yang telah akrab dikenal oleh penikmat humor, Anda dapat menyatukan mereka hingga dapat tertawa bersama-sama karena sisi lucu dari berbagai peristiwa sehari-hari.[2]

Contoh gaya humor “sadar nggak, sih?” adalah yang biasa dilontarkan oleh Jerry Seinfeld. Jerry sering menggunakan pengalaman pribadi yang telah akrab di hati para penontonnya, misalnya mengantre di bank, kemudian menyampaikan pengamatannya terhadap sisi lucu yang ada. Pelajari berbagai lelucon yang biasa dilontarkan oleh Jerry Seinfeld melalui pencarian singkat di internet, agar Anda dapat lebih memahami gaya humor afiliatif ini.

Gaya humor “sodok sana-sini” (“agressive”).

Gaya humor ini menggunakan ejekan kepada seseorang untuk membuat seluruh penikmatnya tertawa. Pada situasi-situasi tertentu, ini berarti Anda mengejek salah satu penonton atau pendengar, tetapi Anda perlu memahami bahwa sebagian orang tidak akan berespons dengan baik terhadap hal ini, karena mereka mungkin merasa kurang nyaman dengan ejekan itu. Jika gaya humor semacam ini dgunakan untuk menyerang seseorang atau menyakiti seseorang secara prikologis, hal ini dgolongkan sebagai perundungan (bullying).[3]

  • Dua contoh seniman humor yang memiliki gaya humor “sodok sana-sini” adalah Joan Rivers dan Don Rickles, yang telah sangat dkenal sebagai “put-down artist” (“pengejek”). Jika Anda menganggap gaya humor ini cocok dengan selera humor Anda, cari tahu lebih lanjut d “YouTube” tentang kedua seniman humor ini, atau tentang put-down artist lainnya.

Gaya humor “kena sendiri” (“self-enhancing”).

Menertawakan dri sendri secara sehat adalah kemampuan yang berguna dan cara yang sangat baik untuk mengatasi stres.[4] Lagipula, berbagai kelucuan dari hidup Anda akan lebih mudah dtangkap dan dpahami oleh para penikmat humor . Sehingga inti dari lelucon Anda akan lebih mengena.[5]

  • John Stewart adalah seniman humor yang terkenal karena lelucon-lelucon yang menertawakan drinya sendri. Kadang-kadang, saat mulai melontarkan lelucon, John akan berkata semacam, “Saya memang lumayan bodoh…”, sebagai panduan bagi penontonnya kepada kelanjutan leluconnya, yang berisi tentang sisi lucu dari drinya yang baru dsadarinya itu

Gaya humor “malangnya diri ini” (“self-defeating”).

Gaya humor ini dlakukan dengan mengejek dan menghina dri sendri habis-habisan agar mendapatkan tawa. Prihatin atau tawa kasihan dari penikmat humor. ini sebenarnya kadang dapat menjadi tidak sehat bagi sisi psikologis dri Anda.

Dan dapat muncul dari latar belakang seniman humor yang pernah mengalami perundungan yang parah . Dalam jangka panjang karena di korban perundungan menertawakan diri di tengah-tengah penderitaannya.

  • Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang gaya humor “malangnya diri ini”. Lakukan pencarian daring dengan kata kunci “Rodney Dangerfield” .  Seniman humor yang terkenal karena gaya humornya yang menghina diri sendiri.