Inilah Tanda Kamu Belum Dewasa Jika Tersinggung Menghadapi Kritik

Inilah Tanda Kamu Belum Dewasa Jika Tersinggung Menghadapi Kritik

Inilah Tanda Kamu Belum Dewasa Jika Tersinggung Menghadapi Kritik -Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

Kritik berasal dari bahasa Yunani kritikos yang berarti “dapat didiskusikan”. Kata kritikos diambil dari kata krenein yang berarti memisahkan, mengamati, menimbang, dan membandingkan. Kritik bisa disampaikan dengan berbagai cara, halus atau malah keras sekali.

Sekalipun lebih mudah menerima kritik yang di sampaikan secara halus, kamu juga perlu belajar lebih dewasa dalam idn poker mobile menghadapi kritik yang di utarakan dengan keras. Sebab ketidakdewasaan malah akan membuat kamu menyia-nyiakan kritik yang sebenarnya sangat bermanfaat untukmu.

1. Langsung merasa buruk banget habis dikritik
5 Tanda Kamu Belum Dewasa Menghadapi Kritik, Gampang Tersinggung

Sekeras apa pun kritik yang ditujukan padamu, seharusnya kamu gak terlalu merasa buruk. Bila kamu langsung merasa diri atau karyamu jelek banget, berarti kamu melupakan sisi-sisi positif yang dimiliki.

Kamu terlalu terpengaruh oleh kritikan itu. Padahal, gak semua kritikan punya dasar yang kuat, lho. Jangan sampai kamu gagal mengapresiasi diri, usaha, dan karyamu hanya karena dihantam satu atau beberapa kritikan keras.

2. Langsung tersinggung dan menuduh orang yang mengkritikmu punya kebencian pribadi padamu
5 Tanda Kamu Belum Dewasa Menghadapi Kritik, Gampang Tersinggung

Mungkin saja memang ada orang yang doyan mengkritikmu karena sebenarnya dia benci banget sama kamu. Maka apa pun yang kamu lakukan atau hasilkan selalu tampak buruk di matanya.

Namun, apa iya semua orang sebenci itu padamu? Tentu gak, kan? Kecuali kamu terlalu menyebalkan menjadi orang. Oleh karena itu, gak usah berpikir terlalu buruk pada orang yang mengkritikmu, ya!

Besar kemungkinan memang ada hal-hal perlu di perbaiki dari diri atau karyamu. Bukannya membenci mereka, seharusnya kamu malah berterima kasih, lho. Kamu bakal makin berkembang berkat kritikan mereka.

3. Gak mau tahu isi kritiknya, asal yakin saja kamu sudah menjadi yang terbaik
5 Tanda Kamu Belum Dewasa Menghadapi Kritik, Gampang Tersinggung

Padahal simpel saja, jika kamu sudah menjadi terbaik, tentu gak akan ada lagi yang mengkritikmu. Kamu di kritik karena mereka menilai masih ada hal yang kurang dan seharusnya kamu bisa memperbaikinya.

Makanya, bila mendapatkan kritikan, simak isinya apa saja. Cobalah mengikuti sudut pandang pengkritik, bukan cuma sudut pandangmu sendiri. Nanti kamu pasti akan membatin, ‘Oh, ternyata dia ada benarnya juga.

4. Sekalipun isi kritiknya benar, kamu tetap gak terdorong untuk memperbaiki diri, kinerja, atau karyamu
5 Tanda Kamu Belum Dewasa Menghadapi Kritik, Gampang Tersinggung

Sebenarnya ini sudah satu langkah di depan poin sebelumnya. Kamu gak menolak mentah-mentah kritik yang datang. Kamu mampu melihat kebenaran dalam kritikan itu.

Sayangnya, kok kamu gak tergerak untuk memperbaiki diri, kinerja, atau karyamu sih? Padahal itulah kegunaan utama dari kritikan, di berikan orang agar kamu bisa menjadi lebih baik.

Jika kamu enggan memperbaiki diri, sudah pasti kamu akan kebanjiran kritikan lagi. Nanti lama-kelamaan kamu muak dan kesal pada mereka. Atau malah mereka yang berhenti memedulikanmu dengan gak lagi mengkritik, tetapi prestasimu malah jadi jalan di tempat terus.

5. Lho, kok justru berusaha membungkam orang-orang yang mengkritik?
5 Tanda Kamu Belum Dewasa Menghadapi Kritik, Gampang Tersinggung

Bila ini di lakukan, kamu akan di cap arogan. Padahal, belum tentu juga kamu gak pernah mengkritik orang lain. Memangnya kamu mau hakmu mengkritik di berangus juga oleh orang lain?

Kalau gak, berarti kamu harus menghargai kritikan orang lain. Jangan mengancam orang yang berani mengkritikmu atau menyebarkan cerita-cerita buruk tentangnya biar nama baiknya tercemar. Kalem saja bisa, kan?

Menghadapi kritikan memang gak selalu mudah. Makin kasar cara penyampaiannya, makin mungkin membuatmu gak nyaman. Akan tetapi percayalah, kritik itu seperti pupuk yang menyuburkan tanaman.

Dewasalah dalam menyikapinya biar kamu mendapatkan manfaat terbaik dari kritikan itu, bukan emosi doang. Bahkan jika kritikannya mengada-ada dan cuma di dasari oleh kebencian pribadi padamu, mentalmu bakal makin kuat.

Kritikus modern mencakup kaum profesi atau amatir yang secara teratur memberikan pendapat atau menginterpretasikan seni pentas atau karya lain (seperti karya seniman, ilmuwan, musisi atau aktor) dan, biasanya, menerbitkan pengamatan mereka, sering di jurnal ilmiah. Kaum kritikus banyak jumlahnya di berbagai bidang, termasuk kritikus seni, musik, film, teater atau sandiwara, rumah makan dan penerbitan ilmiah.