Kumpulan Hoaks Seputar Covid-19

082275100 1600678676 shutterstock 1694911345 - Kumpulan Hoaks Seputar Covid-19

SUPPORT BY IDN POKER APK

Kumpulan Hoaks Seputar Covid-19,Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai berisi informasi terkait pemberian vaksin covid-19 bagi penyintas yang sudah selesai menjalani isolasi. Pesan berantai itu tersebar sejak pekan lalu.

Dalam pesan berantai yang beredar diklaim bahwa semua orang yang sudah menjalani isolasi bisa langsung divaksinasi covid-19. Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

“Ijin pak walikota…Menyampaikan Edaran terbaru Kemenkes: Warga terpapar covid bila sudah selesai isolasi (10 hari) DAPAT DIVAKSINASI.

Jadi tidak lagi menunggu 3 bulan. Agar pedoman ini dapat dilaksanakan”

Lalu benarkah pesan berantai berisi informasi masyarakat yang terpapar covid-19 dan telah menjalani isolasi (10 hari) bisa langsung divaksinasi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai berisi informasi masyarakat yang terpapar covid-19 dan telah menjalani isolasi (10 hari) bisa langsung dvaksinasi adalah tidak benar.

 

2. WHO dan Pemerintah Arab Saudi Tak Akui Vaksin Sinovac

http://victoriaramada.com/

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim WHO dan Pemerintah Arab Saud tidak mengakui Vaksin Sinovac. Klaim tersebut dunggah akun Facebook Paat J F Jonas, pada 10 April 2021.

Unggahan klaim WHO dan Pemerintah Arab Saud tidak mengakui Vaksin Sinovac berupa tulisan sebagai berikut:

““Vacsin Sinovac Biofarma “Tidak d akui oleh Kerajaan Saud Arabia ( bahkan oleh WHO sekalipun) .Untuk Jemaah Umrah atau Haji …Semua permainan “Uang dan kekuasaan “saja untuk dapat melaksanakan suatu bentuk Ibadah .Mari kita lihat permainan ini berakhir dgn kemenangan siapa..!!!

Semoga Upaya Positive Pemerintah Republik Indonesia membuahkan hasil.”Benarkah klaim WHO dan Pemerintah Arab Saud tidak mengakui Vaksin Sinovac? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim WHO dan Pemerintah Arab Saud tidak mengakui Vaksin Sinovac tidak benar.Vaksin Sinovac masuk dalam daftar WHO dan sedang dalam proses mendapat rekomendasi EUL dari WHO.

3. Kamboja dan Swiss Tak Ada Kematian Selama Pandemi Covid-19 karena Tak Memakai Masker

http://edno23.com/

Beredar d aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai terkait informasi Kamboja dan Swiss bebas kematian selama pandemi covid-19 karena tak memakai masker. Pesan berantai itu ramai dbagikan sejak awal pekan ini.

Selain itu dalam pesan berantai juga dklaim bahwa Kamboja dan Swiss tidak memberlakukan aturan pakai masker bagi penduduknya sehingga kematiannya nol persen selama pandemi covid-19. Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

“Orang2 Turki Sudah Menemukan Sejenis Cacing Yang Sangat Halus Dalam Masker Buatan China Yang Memasuki Paru2 Dan Menyebabkan Kematian Pemakai nya Secara Temporer dan Berkala…! dan Terbukti yang Paling Banyak Meninggal Orang2 Yang Pake Masker Ketimbang Tidak Pake Masker dan Negara2 Yang Tidak Pakai Madker Seperti Kamboja Fan Swiss Tingkat Kematian Nya Dalam Kasus Pandemi Corona 0%…!”

Lalu benarkah isi pesan berantai terkait klaim informasi Kamboja dan Swiss tidak ada kematian selama pandemi covid-19 karena tak memakai masker? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Kumpulan Hoaks Seputar Covid-19,Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantasi berisi informasi yang menyebut Kamboja dan Swiss tidak ada kematian selama pandemi covid-19 karena tak memakai masker adalah tidak benar.