Liburan ke Lampung dari Pantai Marina Mistis

Liburan ke Lampung dari Pantai Marina Mistis – berkesempatan berkeliling Lampung selama tiga hari dua malam. Apa saja yang kami dapat? Banyak. Kebanyakan destinasi yang kami kunjungi adalah pantai karena Lampung memang terkenal akan destinasi pantai dengan eksotismenya yang terkenal hingga ke mancanegara. yang telah kita rangkum dalam Edno23.com

Namun, bukan destinasi mainstream yang kami kunjungi, seperti Pahawang atau Kiluan, kami memilih beberapa pantai yang tidak kalah indahnya dan berada di tempat lumayan terpencil. Penasaran? Ikuti perjalanan kami selama di Lampung.

Ini destinasi pantai terbaik di Lampung.

Menuju ke Lampung

kapal lampung 
Feri Jakarta-Lampung bisa jadi pilihan moda transportasi murah untuk ke Kota Gajah ini (Foto: Imanuel Kristianto)

Dari Jakarta kami bertolak ke Pelabuhan Merak sekitar pukul 11.00 WIB. Perjalanan dari daerah Pancoran ke Merak memakan waktu sekitar dua jam. Tiket kapal penyeberangan ke Lampung dipatok Rp50.000 per kepala.

Sementara jika kamu membawa kendaraan, tiketnya bervariasi bergantung kelas, mulai dari Rp22.000 untuk motor hingga golongan IX untuk truk sebesar Rp3.251.000. Kapal feri yang saya tumpangi terasa nyaman karena ukurannya yang besar sehingga minim goncangan.

Jika ingin cepat, kamu tetap bisa memilih moda transportasi pesawat. Waktu tempuh dari Jakarta ke Lampung hanya sekitar 40 menit.

1. Pantai Marina Lampung, berpemandangan manis sekaligus mistis

Pantai Marina

Selepas perjalanan laut, kami tiba di destinasi pertama, yaitu Pantai Marina yang berada di daerah Kalianda sekitar pukul 17.30 WIB. Kami memang berniat mencari foto sunset jadi langsung ke sini meski hari hampir gelap.

Di sini ada Batu Jambul –batu berbentuk seperti kepala burung dengan tumbuhan di atasnya– yang terkenal di kalangan fotografer landscaper.

Untuk mencapai tempat ini, kamu harus berjalan kaki sekitar 500 meter dari area parkir karena jalannya lumayan rusak. Tadinya, Pantai Marina merupakan destinasi mainstream. Namun, karena beberapa faktor, tempat ini dibiarkan telantar dan tidak terawat. Oleh karena itu, jika ke sini, kamu hanya akan menemui pintu gerbang dan sisa-sisa fasilitas wisata yang sudah hampir hancur.

Matahari sudah tenggelam, kami bergegas pulang. Trek berbatu yang lumayan menanjak harus kami lalui lagi untuk sampai ke area parkir.

Dalam perjalanan itu, tiba-tiba kaki teman saya seperti ada yang memegangi lalu ia didorong hingga hampir tersungkur. Iya, dia diganggu makhluk takkasatmata di pantai yang terkenal angker itu. Tidak hanya itu, sopir kami yang menunggu di area parkir juga mengaku diketuk jendela mobilnya padahal tidak ada siapa-siapa. Merinding? Tentu saja.

Saya memang jarang mencari tahu tempat yang akan saya kunjungi karena selalu mengharapkan ada element of surprise dari liburan. Sesampainya di hotel, saya langsung browsing. Ternyata, Pantai Marina memang terkenal mistis.

Kabarnya, pantai ini ditutup beberapa tahun lalu karena telah memakan banyak korban jiwa orang-orang yang berani berenang di sini. Penjelasan logisnya mungkin karena pantai ini menghadap langsung ke Samudera Hindia sehingga arusnya cukup kencang.

Terlepas dari citra mistisnya, Pantai Marina memiliki keindahan pemandangan yang sukar ditandingi. Gugusan karang di pinggir pantai saat matahari terbenam dijamin akan membuat kamu punya oleh-oleh foto bagus dari Lampung. Selalu berhati-hati jika kamu memutuskan ke pantai ini, ya!

2. Pantai Mahitam, jejeran bakau menghadap pulau untuk snorkeling

Pantai Mahitam Lampung

Destinasi berikutnya adalah Pantai Mahitam. Di sini kamu bisa menemukan pohon bakau yang terhampar di pantai. Di seberang pantai ini terdapat Pulau Mahitam, salah satu destinasi yang cukup populer di kalangan wisatawan.

Pulau ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Bandar Lampung. Untuk menyeberang ke pulau, kamu bisa menyewa perahu sekitar Rp200.000 untuk tujuh orang atau Rp350.000 untuk 15 orang. Selain pemandangan yang indah, pulau ini juga punya keragaman hayati dasar laut yang akan membuat kamu betah snorkeling.

Dekat pulau tersebut ada gosong pasir eksotis yang mirip dengan Pulau Kei di Maluku atau bahkan Maladewa. Jangan lupa bawa drone untuk mengabadikan keindahan pulau dan laut yang berwarna hijau toska.

Di pantainya, saya memotret pepohonan bakau. Spot yang satu ini cocok bagi kamu yang ingin mencari foto sunrise. Selain pohon-pohon unik, kamu bisa memotret perahu yang akan menyeberang ke pulau.

Protip: Bawa lotion antinyamuk sebelum memotret di pantai karena jajaran pohon bakau merupakan sarang nyamuk yang kejam.

3. Kampung Nelayan Lempasing, tempat bernaungnya perahu Lampung

Kampung nelayan Lempasing Lampung

Pantai yang juga wajib kamu kunjungi selanjutnya di Lampung adalah Lempasing. Daerah pesisir ini sebenarnya lebih pantas disebut kampung nelayan ketimbang destinasi pantai untuk liburan. Oleh karena itu, ada banyak kapal yang bisa jadi objek foto kamu.

Selain kapal-kapal yang sedang masuk bengkel atau bahkan dirakit, ada juga kapal karam yang bisa jadi objek foto syahdu dengan teknik long exposure.

Puas memotret kapal, kamu bisa memotret dermaga kayu tradisional untuk memotret foto dengan leading line yang mengarahkan mata ke matahari yang baru terbit.

Setelah itu, kamu bisa berbelanja ikan segar yang baru ditangkap nelayan di pasar ikan yang terletak di dekat pantai tersebut. Tempat ini dikenal dengan nama Tempat Pelelangan Ikan Lempasing.

Protip: Sama seperti Mahitam, di Kampung Nelayan Lempasing ini kamu juga harus menyiapkan lotion antinyamuk jika tidak ingin badan bentol-bentol.

4. Pantai Gigi Hiu, surga tersembunyi di antah berantah

Pantai Gigi Hiu

Nah, destinasi pamungkas ini memang jadi tujuan utama saya ke Lampung. Dinamai demikian karena di pantai ini terdapat gugusan batu karang tajam dan menjulang ke atas yang mirip dengan gigi hiu.

Popularitas Pantai Gigi Hiu sudah mendunia. Menurut tour guide setempatpantai ini sudah menarik wisatawan dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Qatar, hingga Jerman. Jadi, tidak heran jika kamu pernah melihat foto-foto keindahan Gigi Hiu di platform foto dunia, bahkan di stok wallpaper komputer kamu.

Pemandangan memesona Pantai Gigi Hiu harus kamu tebus dengan perjalanan yang sama sekali tidak mudah. Gigi Hiu yang terletak di Kelumbayan, Tanggamus berjarak sekitar 90 kilometer dari Bandar Lampung.

Untuk ke sini, kamu hanya bisa naik ojek atau mobil 4WD dari desa terdekat karena treknya yang berbatu. Saat ke sini kami juga sempat menemui kendala karena akses jalan terputus akibat banjir.

Pantai Gigi Hiu, surga tersembunyi di antah berantah

Untuk menyewa ojek, warga setempat mematok tarif Rp150.000 hingga Rp200.000. Perjalanan dari desa tersebut ke Gigi Hiu berjarak sekitar tiga kilometer atau selama 20 menit karena treknya yang cukup ekstrem.

Dari area parkir kamu harus trekking sekitar 500 meter ke arah karang yang fenomenal itu. Satu hal yang harus kamu perhatikan saat ke sini adalah keselamatan. Pasalnya, kontur tepi pantainya berbatu dan diselimuti lumut. Pastikan jejakkan kaki di antara bebatuan, bukan di atas batu.

Kamu bisa memotret dari depan untuk mendapatkan foto seluruh gugusan karang yang menjulang. Selain itu, kamu juga bisa menaiki tebing curam di samping kanan untuk mendapatkan foto high angle yang lebih epik. Namun, sekali lagi keselamatan tetap harus jadi prioritas ketimbang konten untuk media sosial kamu.

Protip: Pakai sandal dengan sol karet yang kuat dan antilicin karena untuk ke tengah kamu harus melewati bebatuan berlumut.

Nah ini lah sobat Panduan jika kalian ingin Liburan ke Lampung dari Pantai Marina Mistis, jika artikel ini menarik jangan lewatkan artikel lainnya yang sudah kita siapakn untuk anda semua dan semoga apa yang telah kita sajikan ini dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang membaca artikel kami !